Kamis, 02 Oktober 2014

Windows Server 2012: Install & Configure Windows Server 2012 using VHD Boot

Windows Server 2012: Install & Configure Windows Server 2012 using VHD Boot

Hi IT Professionals,
Often I receive lot of queries on evaluating Windows Server on their test environment or on some spare machines. Most of the times users want to carry a laptop to try/test evaluate Windows Server on their laptop. Well during our recent IT Camps, we delivered the same experience using Boot from VHD using Windows Server 2012. Attendees installed Windows Server 2012 on their sample machine and subsequently configured the demo machine to evaluate the features.
Note: I WOULD RECOMMEND EVERYONE TO TRY THIS ON NON-PRODUCTION TEST MACHINE. MAKE SURE YOU BACK UP ALL OF YOUR CRITICAL DATA BEFORE YOU BEGIN.
Minimum System Requirements
Windows Server 2012 Evaluation
1 GHz CPU supporting Intel-VT or AMD-V
DEP – NX/XD
SLAT – Optional
4 GB RAM
50 GB HDD on C: or D:
Windows Server 2012 RTM Evaluation DVD

NOTE: IN THIS SETUP PROCESS YOUR COMPUTERS’S BOOT LOADER WILL BE UPDATED USING WINDOWS SERVER 2012 INSTALLATION MEDIA.
For detailed System Required kindly visit http://technet.microsoft.com/en-us/library/jj134246.aspx

Insert Windows Server 2012 DVD & boot your computer from DVD. Press any key to boot from DVD.
Please wait while Windows is loading the installation files…

clip_image002[4]


Once completed you will see the following Windows Setup dialog box. Click Next
clip_image004[4]
Click on Install Now button.

clip_image006[4]

Please wait while Setup is starting.
clip_image008[4]


Select Windows Server 2012 Datacenter Evaluation (Server with a GUI) x64 & Click Next
clip_image010[4]


Accept the Licensing terms & click Next
clip_image012[4]
Click on Custom: Install Windows only (advanced)
clip_image014[4]


On your keyboard press SHIFT+F10 key combination to invoke Command Prompt CMD.

clip_image016[4]



After pressing SHIFT+F10 you will a command prompt. CMD
!!IMPORTANT!!DO THIS STEP IS CAREFULLY. Do not modify/delete System Reserved Partition.

NOTE: At this step we will create a 50 GB Dynamically Expanding VHD on C: or D:. Also, make sure that the physical partition has actual free space available because Dynamically expanding VHD gets mounted & occupies full space during VHD Boot.


clip_image018[4]



Note:  In the next screen this D: is actually your original C: Windows Partition (Windows 8, Windows 7 or 2008 R2) When you are running Windows 8/7/2008 R2, you cannot view hidden System Reserved partition. But in this case the C: is assigned to that System Reserved partition & subsequent partitions will be allocated the drive letter in the same series.  


Type the following command to create a new VHD on the D:

clip_image021[4]

Close the CMD & Click on Refresh to see a new 50 GB drive with unallocated space. Click on the Unallocated Space (Drive 1 in this e.g.) and click Next

clip_image023[4]

Please wait Windows Setup will installing the files on the disk. (It will take few minutes depending upon system performance) – You can grab a tea/coffee meanwhile

clip_image025[4]

After completion system will be restarted automatically.
Please wait while Windows is getting devices ready…It will take few minutes…
clip_image027[4]

A system will be restarted…


After a restart. You will see a DUAL Boot option. Choose Windows Server 2012& Press ENTER
clip_image029[4]




Please wait while Windows Server 2012 loads for the first time…

clip_image031[4]

On the Settings page, please enter an Administrator account password and click Finish
clip_image033[4]

Please while Windows is finalizing your settings… It will take few minutes…
clip_image035[4]
Congratulations. Your Windows Server 2012 Datacenter is now ready for Evaluation.

clip_image037[4]


Press Ctrl+Alt+Delete to sign in. Enter your Administrator account password. E.g. Passw0rd!

clip_image039[4]

You are now logged on to Windows Server 2012 Datacenter with Full GUI. And it will launch Server Manager.

clip_image042[4]

This completes your Windows Server 2012 Datacenter installation using VHD Boot.

THANK YOU.

Cara membuat Wifi Hotspot dengan Mikrotik Router

Cara membuat Wifi Hotspot dengan Mikrotik Router

 

How to make Wifi Hotspot with Mikrotik Router
Gak perlu panjang lebar untuk basa – basinya, langsung saja kita menuju TKP untuk actionnya. Pertama kita butuh untuk membuat pengaturan wirelessnya. Berikut langkah – langkah setting wireless :
  1. Klik tab “wireless” pada menu disamping pada winbox.
  2. Setelah muncul jendela wireless, klik kanan pada wlan1 yang masih dalam keadaan disable dan pilih enable untuk mengaktifkan wlan1. Sehingga tampak seperti ini :
  3. Double klik pada wlan1, pilih tab “wireless”. Pada “mode” pilih yang “ap bridge”. Pada “band” pilih yang “2GHz a/b/g/n” agar semua laptop dapat terhubung. Pada “Channel Width” pilih yang “20 MHz”. Pada “Frequency” pilih yang “24xx” pada kali ini saya memilih yang “2442”, karena frequency yang gratis hanya yang 24xx dan 5, selain itu akan dikenakan biaya. Pada SSID ganti nama sesuai dengan keinginan. Lalu tinggal di “apply” terus “OK”. Contohnya seperti gambar berikut :
Yang kedua sekarang kita akan melakukan setting wifi. Langkah – langkahnya sebagai berikut :
  1. Pertama – tama klik tab “IP” pada menu di samping dan pilih “Hotspot”. Maka akan muncul jendela Hotspot seperti ini :
  2. Setelah itu klik pada bagian “Hotspot Setup” dan akan muncul jendela baru yang kecil. Pada hotspot interface pilih wlan1n seperti ini :
    lalu pilih “next”.
  3. Pada local address of network masukkan ip network (jangan lupa slesnya [ / ]), saya disini menggunakan 172.10.68.1/24. Centang pada Masquerade Network supaya menggunakan settingan yang sudah ada. Tampak seperti berikut :
    lalu pilih “next”. Lalu akan muncul range ip yang dapat digunakan. Karena tadi saya menggunakan /24 maka sebanyak 254 ip dapat digunakan, seperti berikut ini :
    lalu pilih “next”.
  4. Pada pilihan select certificate kita pilih “none” saja karena tidak memilik sertifikat yang diisikan, seperti ini :
    lalu pilih “next”. Pada IP Address of SMTP Server juga dibuat 0.0.0.0 seperti berikut ini :
    lalu pilih “next”.
  5. Pada pilihan DNS Server silahkan masukkan DNS yang disukai, disini saya pake 8.8.8.8 seperti berikut :
    lalu pilih “next”.
  6. Pada DNS Name ini adalah nama domain pada halaman depan pada saat akan melakukan login. Isikan nama sesuai dengan kesukaan seperti ini :
    lalu pilih “next”. Dan…… taraaaa…….. configurasi telah berhasil. Like this :
    terakhir pilih “OK”. Dan hasilnya seperti ini :
Setelah semua rintangan menuju barat telah terselesaikan alias settingan selesai maka kita bisa dari menggunakan wifi hotspot yang telah kita buat. Semoga sedikit sharing ini dapat bermanfaat buat kalian semua

Cara Setting Ip Address Static di Linux Ubuntu Server

Cara Setting Ip Address Static di Linux Ubuntu Server

Setting IP Address Static Ubuntu Server



Address merupakan identitas sebuah komputer yang tersambung kedalam jaringan agar bisa dikenali oleh komputer lainnya, dengan syarat masing-masing identitas itu tidak boleh ada yang sama antara satu dengan lainnya, identitas tersebut adalah computer name dan IP Address. Apabila dalam satu area jaringan terdapat kesamaan identitas baik nama komputer ataupun IP Address maka salah satu dari komputer itu tidak akan tersambung ke jaringan, sebagai penanda terjadinya kesamaan nama komputer biasanya muncul critical "duplicate comptuer name", dan apabila teradapat kesamaan IP Address biasa nya muncul critical "conflict ip address". pada artikel kali ini saya akan coba sharring cara Setting IP Address pada Ubuntu Server bisa dilakukan dua cara yaitu secara dinamis (dhcp) dan manual (static).

Langkah-Langkah setting IP Addres Static di Ubuntu Server adalah sebagai berikut (catatan kita sudah berada pada root) :
1. Pertama edit file /etc/network/interfaces dengan cara mengetikkan perintah :
    sudo nano /etc/network/interfaces lalu tekan enter
2. Maka kita akan menemukan isi file interface seperti dibawah :
    auto eth0
    iface eth0 inet dhcp

keterangan : eth0 di atas adalah Lan card, yang akan kita setting menjadi static, sedangkan jika 3. menggunakan koneksi wireless, maka harusnya adalah wlan0.

3. Ganti kode yang di atas menjadi
    auto eth0
    iface etho inet static
    address 192.168.1.10
    netmask 255.255.255.0
    network 192.168.1.0
    broadcast 192.168.1.255
    gateway 192.168.1.1

jika telah selesai simpan dengan cara menekan tombol Ctrl + X enter, selanjutnya tekan tombol Y enter

4. Langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mensetting DNS Server dengan mengedit di file /etc/resolc.conf caranya ketikan perintah sudo nano /etc/resolvc.conf kemudian enter
setting nama server 1 dan 2
nameserver 8.8.8.8
nameserver 8.8.4.4
jika telah selesai simpan dengan cara menekan tombol Ctrl + X enter, selanjutnya tekan tombol Y enter

Selanjutnya restart koneksinya dengan mengetikan perintah sudo /etc/init.d/networking restart
cek ip address sobat dengan mengetikkan perintah ip addr lalu enter


Sekian dulu artikel cara Setting IP Address Ubuntu server menjadi manual (static) semoga bermanfaat..!!!